What kind of food is OpenCV? Is it delicious?

First time I heard about OpenCV is from my doctoral friends (he is taking his doctoral programme in ITB now). He explained a little bit to me about OpenCV which is open source and free, then he gave some tutorials to read, and his dissertation proposal that will use OpenCV too. Ok, then I did interesting with that kind of food, uuppsss I mean that kind of things since it is new for me, about processing image, free and also open source (I’ll tell you about my thesis later). Since I had done my Final Project(skripsi) with Matlab, I dare to try new thing, and that it is.

OpenCV (Open Source Computer Vision Library) is a library programming mainly aimed at real time computer vision, developed by Intel and now supported by William Garage [wikipedia].
OpenCV is released under a BSD license, it is free for both academic and commercial use. The library has >500 optimized algorithms. It is used around the world, has >2M downloads and >40K people in the user group. Uses range from interactive art, to mine inspection, stitching maps on the web on through advanced robotics. [http://opencv.willowgarage.com/wiki]

So you have already know about it, what can I say, OpenCV is a such new library programming in vision algorithm that wide-rapidly growing since it is open source and cheaper. It provides factory product inspection, medical imaging, security, user interface, camera calibration, stereo vision, and robotics. OpenCV is written in optimized C and can take advantage of multicore processors. It is open and they have community which you can share all your OpenCV problem, please join them in opencv@yahoogroups.com. You can also read OpenCV Website and also the documentation. Come on lets share together, I also newbie..^_^

Its sound delicious right? Finally I chose it because I wanted to have new experience in image processing so I can compare with my last project using Matlab that you know powerfull in operating the image processing. Hope that I am not mistakenly chose..:)

I just wondering, is it work in Windows 7? Because my laptop is using Windows 7, and I found no tutorial for installing OpenCV in Windows 7 (only in XP).. 😦

First you can download the installer in here, choose View All File and take the opencv-win. Because I want to use Visual Studio C++2008 Express Edition so I took OpenCV 2.1 and OpenCV-2.1.0-win32-vs2008.exe, well don’t forget to read OpenCV-2.1–Readme.txt too.

Then let’s go to my next posting about the Installing OpenCV with Visual Studio 2008 in Windows 7.

Advertisements

Review book : Ayahku, Harimauku

Sebuah buku berjudul Ayahku, Harimauku cukup menarik tanganku untuk membuka dan melihat lebih dalam isi buku tersebut. Pertama aku melihat buku ini di rumah Arji (cowokku) dan ternyata milik salah satu kakak perempuannya (K’Eni). Langsung aja aku baca sekilas buku itu dan langsung berniat untuk meminjamnya (sebenarnya ada dua buku yang aku pinjam, tapi yang satu lagi aku blom selesai membacanya jadi blom bisa ditulis reviewnya, hehe..).

Sebuah buku karangan Dra.V.Dwiyani beisi kumpulan cerita keluarga yang ditulis oleh anak dalam mendeskripsikan keluarganya. Jadi mengungkapkan bagaimana kesan seorang anak terhadap ayah, ibu serta keluarganya serta bagaimana ia diperlakukan dan disayangi.

ayahku-harimauku1

Mungkin buku ini dikhususkan untuk para orang tua sehingga bisa mengerti perasaan sang anak selama ini, sehingga bisa merubah cara mendidiknya. Banyak sekali judul-judul cerita yang cukup aneh misalnya Gunung Berapi dan Angin (apakah ayah bagai Gunung Berapi dan ibu bagi Angin??), Binatang Liar yang Terbuang (cerita anak yang terbuag atau apa ni??), serta Berantemlah Terus Ular-ularku (siapa di sini yang dianggap bagai ular-ular??) dan masih banyak lagi. Judul-judul tersebut cukup membuat aku penasaran.

Akan aku ambil salah satu cerita dari buku tersebut yaitu Monyetpun…Berisi tentang depresi seorang anak yang memiliki ayah yang kikir dan ibu yang cuek. Sebut saja Hari (bukan nama sebenarnya) seorang siswa SMU yang cukup berada, ayahnya adalah seorang kontraktor dan ibunya adalah seorang pegawai negeri sipil yang tinggal di luar kota, jadi hanya berkunjung seminggu sekali untuk pulang ke rumah. Sebagai seorang anak dari keluarga yang cukup mampu seharusnya Hari bisa tidak merasa kekurangan. Tetapi keadaan malah sebaliknya, ia berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor butut peninggalan ayahnya dulu waktu masih muda yang sudah sering sekali mogok sehingga dia sering terlambat sampai sekolah.

Hari sudah sering meminta kepada ayahnya untuk mengganti motornya dengan motor yang baru atau diberi mobil (karena ayahnya memiliki 4 mobil yang tidak boleh disentuh sedikitpun) atau diberi ongkos lebih untuk menggunakan angkot. Tetapi ayahnya tidak pernah mau memberi uang jajan lebih untuk naik angkot (karena butuh 4 kali naik angkot untuk pulang pergi sekolah) ataupun mengganti motor bututnya itu. Ayahnya beralasan bahwa tidak akan menambah uang jajan (kalau ingin naik angkot) atau menyuruh selalu merawat motor bututnya itu agar tidak mogok lagi. Oh ya, Hari in memiliki 2 orang kakak perempuan yang sedang kuliah dan kerja sambilan. Kedua kakaknya Dea dan Sarah (bukan nama sebenarnya) juga sudah tidak diberi uang lagi semenjak mulai kuliah karena ayahnya selalu berprinsip “Di negeri barat sana, anak berumur 15 tahun sudah dapat hidup mandiri dan menghidupi dirinya sendiri”. Sedangkan ibunya tidak pernah memberikan uang kecuali diminta dan itupun sedikit sekali.

Suatu ketika Hari dipanggil oleh guru BP karena Hari sering terlambat tapi tetap saja orang tuanya cuek. Sampai akhirnya Hari tidak tahan lagi dia meminum sebuah botol berisi sebuah minuman yang diberikan oleh temannya yang mengatakan bahwa dengan minum itu Hari bisa berani bicara dan mengungkapkan isi hatinya kepada ayahnya. Dan sesaat setelah Hari meminum minuman (yang ternyata adalah alkohol) itu dia langsung bicara dan mengungkapkan segala unek-unek hatinya kepada ayah dan ibunya,ia marah-marah denagan segala tindakan ayah dan ibunya yang tidak pernah peduli dan memerhatikannya. Hanya satu balasan ayahnya yaitu menamparnya sambil berteriak “Tidak tau diri!”. Hari terjatuh dan kepalanga membentur guci heingga pecah dan dia tidak sadarkan diri.

Sampai di rumah sakit dokter mengatakan bahwa Hari mengalami penyakit fisik dan psikis sehingga disarankan untuk memanggil psikolog. Dan inilah percakapan yang terjadi di rumah sakit:

Ayah: “Uang lagi, uang lagi, jadi kita harus keluarkan uang lagi untuk anak brengsek ini?”
Kak Dea :”Tapi itu kan untuk kebaikan Hari juga, kasihan kan dia Pi”
Kak Sarah : “Kalau Papi keberatan, biar nanti kita patungan, Papi, Mami, aku, dan Dea juga, bagaimana?”
Hari : “Gini aja Kak, masukkan aku ke rumah sakit jiwa, minta surat keterangan tidak mampu dari aparat desa biar gratis. Biarkan aku di sana dan nggak usah dibawa pulang!”
Kak Sarah: “Kamu istirahat dulu Har, jangan pikirkan yang berat-berat, kami saying kok sama kamu. Kalau nanti Papi dan Mami nggak mau keluarkan uang biar tabunganku saja yang dipakai buat nyembuhin kamu.”
Kak Dea : “Iya, nanti aku juga Bantu koq!”
Hari : “Sudahlah kak, kalian juga butuh uang untu khidup kakak berdua, nggak usah pikirkan aku. Aku pasti sembuh sendiri kok!”

Begitulah yang terjadi di rumah sakit, Hari hanya bisa menahan tangisannya dan mengatakan “Monyetpun, yang terkenal sebagai binatang rakus dan pelit, tetap mau berbagi untuk anak-anaknya.”

Aku sendiri sebagai seorang anak (yang juga kelak akan menjadi orang tua) sangat bersyukur dapat hidup di tengah-tengah keluarga yang harmonis dan sangat menyayangiku. Satu pelajaran yang aku bisa petik dari cerita Monyetpun.. adalah untuk selalu menjaga komunikasi dengan keluarga sehingga semua anggota keluarga bisa mengerti sifat masing-masing dan mengerti apa yang masing-masing inginkan. Sebagai orang tua juga jangan menutup diri dari segala pendapat anak dan jangan samakan kehidupan sewaktu dulu dengan kehidupan jaman sekarang walaupun sebenarnya maksud orang tua adalah untuk mendidik anaknya.

Thanks to K’Eni yang udah meminjamkan buku ini. Lain kali aku pinjam lagi yah buku-bukunya. Hehe..

Review Book : The Girls Of Riyadh

Mulai bulan Januari kemaren gw menjadi member penyewaan buku AIREAD, salah satu tempat penyewaan buku di dekat kosanku. Lumayan daripada beli buku,(hehe.. lagi giat menabung soalnya) jadinya nyewa aja deh. Pengennya sih 1 bulan bisa baca 3 buku dan di tulis reviewnya diblog.. tapi ternyata udah habis berapa buku, cuman dua yang baru aku masukin reviewnya ke blog, hehe..

Pas liat covernya yang tertulis International Best Seller, I think I should read this book! Akhirnya gw sewa dehKira-kira gimana yah kisah para gadis-gadis di Arab yah?

CoverThe Girls of Riyadh
CoverThe Girls of Riyadh

Jadi buku ini menceritakan kisah nyata tentang persahabatan 4 orang gadis Arab yang bernama Qamrah, Shedim, Michelle dan Lumies. Kesemua cerita mereka disebarluaskan melalui email ke milis-milis masyarakat Arab Saudi setiap hari Jum’at. Para masyarakat Arab pun menjadi penasaran untuk menuggu hari Jum’at agar dapat membaca email mereka tentang kisah-kisah selanjutnya. Masyarakat Arab pun menjadi heboh karena cerita-cerita mereka cukup dianggap ‘tabu’ untuk di Negara Muslim terbesar tersebut.

Bercerita tentang pernikahan, sex bebas, pacaran, perjodohan, pengkhianatan yang terjadi pada keempat orang gadis tersebut, cukup membuat para pembaca setia email tersebut terkejut. Yah kata orang-orang cerita ‘Sex and The City’ versi Arab lah sehingga menjadi kontroversi dan dilarang beredar di Arab Saudi sono. Walaupun dilarang beredar di Arab tapi tetap aja bisa dibaca untuk seluruh dunia, hehe..

Salut untuk sang penulis Rajaa Al Sanea yang berani mengungkapkan cerita “undercover” ini untuk dibagikan ke seluruh para wanita di dunia sebagai pengalaman hidup.

Mari Memberi Susu

Sesuai dengan tulisan teman-temanku aruna dan mae sebelumnya, saya hanya kembali mengingatkan kepada public semua tentang gerakan “Sekotak Susu Untuk Anak Jalanan”. Gerakan ini memang inspirasi kami ber4 gw, aruna, mae dan fanny. Sebuah gerakan memberi sekotak kepada para pengamen, peminta-minta dan anak kecil jalanan. Semampu kami untuk mensosialisasikan gerakan ini kepada public untuk mulai ingat untuk selalu menyiapkan sekotak susu di dalam tas kita.

Hmm.. sebenarnya tidak harus susu boleh berupa kue, makanan atau yang lain yang penting bukan uang!! Karena uang hanyalah menjerumuskan mereka! Uang dapat mereka gunakan untuk membeli rokok, membeli narkoba, dipalakin, dsb. Jadi kami berpikir untuk memberi sesuatu yang lebih berguna selain uang, pertamanya kami berpikir untuk memberi buku-buku tapi mungkin agak ribet membawanya dan mungkin agak mahal klo kita harus membawanya setiap kita pergi. Terpikirlah untuk memberi sekotak susu selain menyehatkan mereka dan dapat langsung meminumnya, susu kotak juga gak ribet untuk di bawa-bawa kemana-mana. Sebenarnya target pemberian susu tidak hanya untuk anak jalanan tetapi untuk para peminta-minta kakek/nenek yang sudah tua juga bisa.

Mungkin hanya sedikit yang saya dan teman saya bisa lakukan untuk negara ini tetapi dari tindakan kecil ini, mudah2an kami dapat merubah negeri kami menjadi lebih baik lagi. Ayo mari memberi susu!

Nih..selengakapnya di sini “Sekotak Susu untuk Anak Jalanan”