Hello my new life… :)

Huaaaa… how are you my blog??? Looks so worn-out and old-fashion (baju kali!),.. I am really sorry for the last time being I had no time to see u… so busy, so lazy and so no have time,hehe.. but starting from today (incidentally it’s Hari Blogger Nasional) I promise to push my self to see and write you oftenly..:)

Well, ok I start with my new status now… a newby housewfe!! yes, no job, child and house (not yet, hopely soon) only taking care of my husband… yeay, never thought and dreaming it before that I’ll be an housewife…

First time, I proudly present my new lovely-cool-dashing hubbie..Ahmad Aswarji Djaali

My lovely Hubbie...

I used to call him aa’, because we meet in Bandung.. :p He is 19 months older than me and we had been 5 years relationship ending with married (happy ending ceritanya). Now, he works in the largest bank in Indonesia and he also my friend’s brother, hahaha…

My friend become my sister in law...

Our love story was also up and down just like sinetron, hahaha… or may be dorama…hihi.. we definitely different, he likes sport but me not, I like eating but he not, I like travelling but he not, he like to think logically but me not( I think most of the man do this)… but Mario Teguh said that “a couple is not different but their must be the same, they have the same purpose, desirability, hobbies, so don’t say that you and your couple were diferent..”. But one think that I love he most is he can make me laugh!! First order criteria of me being my couple 🙂

Before...


After...

Our wedding was held on July 10th 2011 in Pontianak and the wedding ceremony on July 23th in Jakarta (I’ll tell you later about my wedding ceremony). I am living in my parent-in-law’s house located in Bampu Apus district. We live near my brother-sister in law which have had their children so my daily work is taking care of their children. Time for me to practice my self become a mother :). Now I am enjoying my new life.. and hope we’ll have our baby and house soon…

My New Family

Oh ya… my other new status… Master graduated 🙂

Advertisements

Pentingnya “Bisa” Menulis

Hari ini adalah hari yang saya tunggu-tunggu, yaitu menghadari Seminar Menulis Jurnal yang di adakan kantor saya, secara ini gratis dan pembicaranya pun 2 dosen favorit saya. Sampai- sampai saya rela menunda rencana pulang kampung saya sehari setelah seminar ini.

Seminar pertama adalah tentang Menulis Karya Ilmiah by Pak Budi Raharjo (pentolan IT Indonesia) dilanjutkan tentang Menemukan Ide Untuk Bahan Tulisan Makalah by Prof. Andrian Bayu. Selama saya kuliah S1 dan S2 tidak pernah serajin ini mencatat dan mendengarkan dengan seksama penjelasan dari dosen, tapi hari saya ini saya benar-benar siap untuk mendengarkan presentasi seminar hari ini (ketahuan mahasiswa tukang ngayal, ngerumpi dan tidur di kelas, hehe). Topik ini memang sangat sesuai dengan kebutuhan saya saat ini yang sedang menulis thesis.. (yang harus saya selesaikan dalam 3 bulan!!AMIIIIN)

Catatan seminar pagi ini

*lupa motoin pembicaranya L

Untuk bahan seminar pertama dapat anda lihat dan download dari sumbernya langsung, dan ada satu kalimat luar biasa yang beliau katakan adalah “Kemampuan menulis bisa dilatih yaitu dengan berlatih menulis 3 jam/hari selama 10 tahun maka pasti akan menjadi penulis expert..Boleh menulis apa saja walaupun dari karya yang terjelek,.. ” Beliau juga menjelaskan tentang pentingnya sebuah tulisan. Kemampuan seseorang ternyata diukur dari tulisannya, sebagai contoh untuk lulus dalam bidang pendidikan harus menulis Tugas Akhir/tesis. Ya untuk mendapatkan gelar di bidang pendidikan, tidak perduli orang itu sehebat, dan sepintar apa, sekeren apapun program yang dibuatnya tidak akan bisa mendaftar sidang jika dia tidak menuliskannya ke dalam sebuah buku.

Kemudian untuk kenaikan pangkat serta membuat proposal penelitian/proyek/pendanaan juga dilihat dari keahlian menulis. Komunikasi antar unit engineering yaitu dengan membuat dokumentasi project (SRS, SKPL, technical document) juga dilakukan via tulisan. Pencatatan keuangan keluarga juga berguna sebagai bukti pengelolaan keuangan keluarga (karena masalah materi adalah masalah sensitif dalam kehidupan berkeluarga, katanya loh.. karena saya belum berkeluarga,hehe) . Selanjutnya pembicara kedua juga mengatakan bahwa beliau pernah berhasil menulis sekitar 20 an lebih makalah/jurnal dalam setahun, pada saat itu dia selalu membawa catatan kecil dalam sakunya, sehingga setiap menit beliau ada waktu luang, beliau selalu mencatat apa saja yang terlintas untuk penelitian, sehigga waktu pun menjadi efektif.

Wow.. begitu dahsyatnya pengaruh tulisan terhadap hidup kita, nah sayangnya orang Indonesia tidak memiliki budaya menulis, jarang untuk mencatat segala sesuatunya. Rapat apapun seharusnya tetap ada MoM (Minute of Meeting) sebagai catatan untuk rapat berikutnya, rapat apapun itu mau rapat RT, rapat OSO, rapat himpunan, rapat di kantor semua harus ada MoM. Kalau di luar negeri membuat MoM itu sudah biasa, saya juga ingat dulu waktu saya bekerja di kantor, saya yang bertugas sebagai pencatat MoM. Setiap selesai rapat saya selalu melaporkan MoM kepada seluruh peserta rapat untuk di review kembali, takut ada yang kurang atau lupa saya cantumkan dalam MoM. Dan memang Mom tersebut selalu dijadikan pedoman pada rapat selanjutnya.

Oh, ya satu lagi pesan dari seorang penulis dari Bandung, bahwa untuk mulai menulis kita harus rajin MEMBACA juga..^_^.

Oleh karena itu,mulai hari ini saya memasukkan kegiatan MENULIS dan MEMBACA ke dalam jadwal kegiatan saya sehari-hari, dan dimulai dengan hari ini yaitu meng-update tulisan di blog saya dan blogwalking aja deh..:)

Tidak
ada kata terlambat untuk mulai berlatih menulis, dimulai dengan menulis apa saja yang anda suka.

*sebenarnya masih banyak yang ingin saya tuliskan di sini, tapi saya besok mau pulang ke kampung halaman untuk beberapa hari, dan saya belum mengepak barang-barang saya untuk besok.. disambung ke tulisan selanjutnya ya..

Good Nite all..

Hai bloggers I come back!!

After almost 6 months not update my blog.. finally I come back in bloggers world. I will write everything that I want to share, but the most thing that I want to tell you is that I am in the 3rd semester now, and it’s mean my final semester and also thesis time!! So you all guys have to support me to finish my thesis soonly so I can proud my family and get married soon..hahahaha…

My priority now:

  1. Thesis
  2. College
  3. Teaching
  4. Sport
  5. TOEFL and English

Ganbatee!!!

 
 

  

 

Proklamasi 17 Agustus 2009

Dengan ini saya Rahmanita Vidyasari menyatakan bahwa mulai hari ini Senin, 17 Agustus 2009 akan menjalankan kuliah Master saya dengan sungguh-sungguh sehingga bisa lulus tepat waktu, akan menjadi manusia yang disiplin dan tepat waktu serta berbakti pada nusa dan bangsa.

Bandung, 17 Agustus 2009

@Kosan Manteron 16, Sukaluyu

Rahmanita Vidyasari

bendera1

Mari Memberi Susu

Sesuai dengan tulisan teman-temanku aruna dan mae sebelumnya, saya hanya kembali mengingatkan kepada public semua tentang gerakan “Sekotak Susu Untuk Anak Jalanan”. Gerakan ini memang inspirasi kami ber4 gw, aruna, mae dan fanny. Sebuah gerakan memberi sekotak kepada para pengamen, peminta-minta dan anak kecil jalanan. Semampu kami untuk mensosialisasikan gerakan ini kepada public untuk mulai ingat untuk selalu menyiapkan sekotak susu di dalam tas kita.

Hmm.. sebenarnya tidak harus susu boleh berupa kue, makanan atau yang lain yang penting bukan uang!! Karena uang hanyalah menjerumuskan mereka! Uang dapat mereka gunakan untuk membeli rokok, membeli narkoba, dipalakin, dsb. Jadi kami berpikir untuk memberi sesuatu yang lebih berguna selain uang, pertamanya kami berpikir untuk memberi buku-buku tapi mungkin agak ribet membawanya dan mungkin agak mahal klo kita harus membawanya setiap kita pergi. Terpikirlah untuk memberi sekotak susu selain menyehatkan mereka dan dapat langsung meminumnya, susu kotak juga gak ribet untuk di bawa-bawa kemana-mana. Sebenarnya target pemberian susu tidak hanya untuk anak jalanan tetapi untuk para peminta-minta kakek/nenek yang sudah tua juga bisa.

Mungkin hanya sedikit yang saya dan teman saya bisa lakukan untuk negara ini tetapi dari tindakan kecil ini, mudah2an kami dapat merubah negeri kami menjadi lebih baik lagi. Ayo mari memberi susu!

Nih..selengakapnya di sini “Sekotak Susu untuk Anak Jalanan”

Speak Softly, Is It Need?

A moment ago I was visited my adviser lecturer (dosen pembimbing). We were so closed before because I was also an assistant lecturer of him. Btw, we were talked anything and actually he focus on my speaking style. Then he criticizied me that my intonation was up and down. He suggested me to learn speak softly. Because it showed our respect to whom we talked to.

In my way home I was fully thinked about what my lecturer said. Hmm it was not bad to try it. And surprisingly my boyfriend said the same too.Then I put it in the list of my resolution for this year. “Speak more softly!”

Until last Sunday I watched Mario Teguh TV show which is called Golden Ways about Black Magic Women. He gave some love tips for women to henpeck her husband or a woman to henpeck a man whom she love (her son, her husband, her father). He suggested to speak softly to your husband say it with love, affection and more musically (I don’t know how to speak musically actually) so your husband feel happy with it.

Then I was thinked it again, I remembered all that had happened to me. I remembered when I met someone or I just be aquainted with someone who speak softly with me I felt very nice of him. I mean I got one his/her good point. Yeah… It’s true!

But it doesn’t mean speak loudly or speak with up and down intonation is bad but how we can control ourself where we must express ourself in the right time, place and situation.

Think about it!

Air oh Air

Baru-baru ini gw lagi habis baca buku The True Power of Water nya Masaru Emoto dan langsug deh terinspirasi dengan :

rame kan jadinya…

Terinspirasi dari buku itu gw pikir klo gw tempel di galon air minum gw kan airnya gw minum tiap hari dan pastinya airnya mengalir ke seluruh badan gw… so.. gw tempel2 deh kata-kata positif..

Tapi.. bingung gak ya nanti air bacanya dan kira2 kristalnya jadi bentuk yang campur aduk lagi.. ??? Well, yang penting kan gw jadi rajin minum air dan tiap gw minum pasti baca kata2 itu, it makes me better and give me a new spirit to do-TA.. hihihi..

Buku ini bikin gw sadar hubungan antara doa, pikiran dan kata-kata positif yang bisa membentuk sebuah Kristal air yang sangat menakjubkan. Subhanallah.. apalagi diri kita sebagai manusia klo diri kita dipenuhi dengan doa, pikiran-pikiran positif pasti juga akan menjadi “berlian” di tengah lautan manusia.. ya gak sih?

Ada yang mau coba juga tempel di bak mandi mungkin? :p

Ni klo mau lebih tau tentang buku ini