Review Book : The Girls Of Riyadh

Mulai bulan Januari kemaren gw menjadi member penyewaan buku AIREAD, salah satu tempat penyewaan buku di dekat kosanku. Lumayan daripada beli buku,(hehe.. lagi giat menabung soalnya) jadinya nyewa aja deh. Pengennya sih 1 bulan bisa baca 3 buku dan di tulis reviewnya diblog.. tapi ternyata udah habis berapa buku, cuman dua yang baru aku masukin reviewnya ke blog, hehe..

Pas liat covernya yang tertulis International Best Seller, I think I should read this book! Akhirnya gw sewa dehKira-kira gimana yah kisah para gadis-gadis di Arab yah?

CoverThe Girls of Riyadh
CoverThe Girls of Riyadh

Jadi buku ini menceritakan kisah nyata tentang persahabatan 4 orang gadis Arab yang bernama Qamrah, Shedim, Michelle dan Lumies. Kesemua cerita mereka disebarluaskan melalui email ke milis-milis masyarakat Arab Saudi setiap hari Jum’at. Para masyarakat Arab pun menjadi penasaran untuk menuggu hari Jum’at agar dapat membaca email mereka tentang kisah-kisah selanjutnya. Masyarakat Arab pun menjadi heboh karena cerita-cerita mereka cukup dianggap ‘tabu’ untuk di Negara Muslim terbesar tersebut.

Bercerita tentang pernikahan, sex bebas, pacaran, perjodohan, pengkhianatan yang terjadi pada keempat orang gadis tersebut, cukup membuat para pembaca setia email tersebut terkejut. Yah kata orang-orang cerita ‘Sex and The City’ versi Arab lah sehingga menjadi kontroversi dan dilarang beredar di Arab Saudi sono. Walaupun dilarang beredar di Arab tapi tetap aja bisa dibaca untuk seluruh dunia, hehe..

Salut untuk sang penulis Rajaa Al Sanea yang berani mengungkapkan cerita “undercover” ini untuk dibagikan ke seluruh para wanita di dunia sebagai pengalaman hidup.

Advertisements

Review Movie : Perempuan Berkalung Sorban

pbs-2Sebuah film oleh Hanung Bramantyo diangkat dari Novel karya Abidah Al Khalieqy bercerita based tentang perjuangan seorang perempuan (Revalina S Temat) yang ingin “bebas” dari dunia yang membelenggunya. Mengambil setting di daerah Yogyakarta dengan latar dunia pesantren dan menceriterakan tentang anak perempuan dari si empunya pesantren.

Banyak sekali pro dan kontra mengenai film ini karena membuat citra Islam khususnya pesantren menjadi buruk dan dengar-dengar film ini akan ditarik dari pasaran. Memang tidak semua adegan atau perkataan film ini benar dalam konteks Islam tetapi janganlah kita hanya melihat dari sebelah bagian saja tetapi lihatlah dari dua sisinya.. Bagi saya sendiri film ini sangat bermakna dan menyentuh hati saya terlepas dari hal2 yang menyebabkan kontra tadi juga banyak sekali hikmah bisa kita ambil.Bagaimana perjuangan seorang wanita Islam, film ini juga menjawab mengapa wanita sangat dilindungi dalam Islam dan juga menonjolkan sisi pria dalam Islam.

Mungkin film ini sengaja dibuat untuk menimbulkan pro dan kontra agar muncul sebuah open discussion mengenai seharusnya perempuan dalam Islam. Agar penonton tahu bagaimana dalil Al-Qur’an yang sebenarnya agar tidak rancu dan bingung atau mungkin agar penonton setelah menonton film ini mencari tahu sendiri bagaimana perempuan dalam Islam seharusnya. Saya sendiri yang adalah pemula dalam mempelajari Islam mungkin sedikit kaget dengan ceritera film ini karena pada mulanya sudah menampilkan tentang sempitnya wanita Islam tetapi sampai film selesai barulah saya mengerti dan membuat saya menjadi ingin tahu tentang wanita Islam sebenarnya. Bagi saya ini adalah  sebuah keberanian dalam mengangkat cerita ini dalam sebuah karya film.

Penasaran dengan film ini? Segera kunjungi bioskop kesayangan anda dan nikmatilah sebuah persembahan anak bangsa untuk negerinya yang sedang sakit.

Kesempuranaan hanyalah milik Allah dan kesalahan adalah milik kita sendiri yaitu manusia.