Ikhtiar yang ke dua – Part 2 (H6-H11)

Silahkan baca ini dulu

H6 – Sabtu, 2 Januari 2016

Dokternya memberikan dua pilihan tempat untuk bertemu pagi di RSUK Kembangan atau di RS Brawijaya, saya dan suami memilih waktu pagi karena lebih cepat lebih baik. Akihrnya kita janjian jam 10 di RSUK Kembangan. Setelah daftar dengan membayar 30ribu dan antri beberapa orang akhirnya saatnya cek folikel. Dan ternyata untuk H6, ukuran folikel saya masih kurang dan hanya ada 2 yang berkembang lumayan, jadi diputuskan untuk menaikkan dosis suntikan menjadi 150 iu. Selain itu saya juga diresepkan untuk sildenafil 25mg 4xsehari/ 50 mg 2xsehari untuk diminum mulai H8. Dan disuruh kembali datang lagi dua hari kemudian, jadi memang perkembangan folikel/sel telur saya dicek setiap 2 hari sekali, dan kembali untuk hari Senin (H8) janjian dengan dokter di RS Brawijaya karena untuk hari Senin praktek paginya di situ. Untuk di RSUK Kembangan, lumayan hemat sekali datang ke sana hanya 100rbu untuk USG Transvaginal saja, karena memang obat-obatan saya beli di luar RS.

Pulang dari dokter kita langsung berburu kembali suntikan Gonal F dan obat yang diresepkan. Sildenafil langsung dapat di Apotik Rini, habis itu kita isi perut dulu sambil merencanakan cari di mana si Gonal-F ini. Saat ini persediaan kami hanya satu ampul untuk hari ini, padahal kan hari ini harus suntik 2 ampul yg 75 iu, kelabakan lah kami, karena obat ini harus pesan sehari sebelumnya kalau di Apotik Rini ataupun di Apotik Pusphita (Apotiknya Mba Rina kakaknya teman saya). Karena hari ini adalah hari Sabtu maka kalaupun pesan obat itu baru bisa datang hari Senin, akhirnya saya memutar otak di mana harus cari Gonal-F, yang pasti di rumah sakit yang menyelenggarakan promil/insem/bayi tabung, dan yang terdekat dipikiran saya adalah Pasar Pramuka (tapi ini gak recommended sih ini) atau RSCM Kencana, tapi seingat saya tidak menerima resep dari luar tapi di coba dulu. Saya membutuhkan 3 ampul Gonal-F untuk hari Sabtu dan Minggu saja sebenarnya, coba ke RSCM Kencana, dan memang benar langsung ditolak karena tidak menerima resep dari luar, selanjutnya saya ingat RS Bunda di Menteng, sampai disana apotiknya bisa bantu dan disuruh ke Klinik IVF Morula yang tidak jauh dari RS Bunda untuk berbicara langsung dengan orang apotik di sana, akhirnya saya jelaskan bahwa saya butuh 3 ampul Gonal-F, karena di RS kami lagi kehabisan stok dan obat ini tidak dijual disembarang apotik hanya RS tertentu saja, dan Alhamdulillah petugas apotiknya memberikan dan saya cek harganya juga masih 600an.

Karena saya tiap sore harus suntik, maka selama itu saya tinggal di rumah mertua karena adik ipar saya tinggal bareng ibunya ataupun teman saya yang bidan rumahnya dekat dengan rumah mertua jadi tinggal pilih mau suntik dengan siapa. Selama itu saya insiatif makan putih telur ayam 6 buah setiap hari karena baca-baca di blog orang untuk menghindari OHSS (Ovarian Hyperstimulation Syndrome) karena suntikan2 obat Gonal-F itu, gak  selalu 6 sih, kadang 4, kadang 6, suka lupa-lupa ingat, hehe..

H8- Senin, 4 Januari 2016

Kembali ke RS Brawijaya untuk cek folikel lagi, cukup bagus ukurannya dan memang hanya berkembang 2 folikel (telur) yang sesuai dan dua-duanya di sebelah kiri, di sebalah kanan saya tidak ada yang berkembang dengan baik folikelnya L. Dan ternyata ketebalan dinding Rahim saya menipis, akihrnya diresepkan Progynova 10 buah untuk diminum selama 5 hari. Selain itu saya diresepkan untuk cari Pregnyl 1500iu untuk pertemuan selanjutnya kalau memang cukup ukurannya akan dilakukan suntik pemecah telur ini. Dan untuk Gonal-F tetap diteruskan 2 ampul setiap hari.

H10-Rabu, 6 Januari 2016

Kembali ke RSUK Kembangan lagi untuk cek cek terus, Alhamdulillah dua telur yang kemarin sudah berkembang dengan baik, duanya sudah berukuran 1.86 dan 1.89 cm, ketebalan dinding rahim saya juga sudah bagus, disarankan untuk sekali lagi suntik Gonal-F untuk hari ini, dan cek lagi besok suapya agak lebih besar lagi telurnya. Sebenarnya ukuran folikel di atas 1.8 cm sudah cukup untuk dipecahkan kalau menurut teori, dan dokternya untuk besok dibawa suntikan Pregnylnya (Alhamdulillah ini sudah dapat di Apotik Rini). Diresepin cygest juga 200mg 2 x sehari (pagi dan malam), disuruh beli 10 dulu nantinya setelah insem harus dipake setiap hari sampai waktu 2 minggu menunggu hasil.

H11- Kamis, 7 Januari 2016

Kembali ke RSUK Kembangan lagi, dua telurku sudah siap untuk dipecahkan ukurannya 2.01cm dan 1.94cm, disuntikkan Pregnyl maka dalam 36 jam ke depan telur-telur tadi bisa pecah dan berarti insem dapat dilakukan besok harinya, akhirnya dokternya bikin janji di RS Brawijaya untuk tindakan insem besok sore jam 4. Malamnya saya pastikan lagi telp ke RS Brawijaya bahwa saya sudah terdaftar, dan sekalian tanya biayanya katanya sekitar 7-8 jutaan. Untuk Progynova di stop untuk hari ini.

7 Jan - 2 sel telur

2 folikel ku

H12- Jum’at, 8 Januari 2016

Hari ini suamiku cuti, untuk mempersiapkan proses insem ini, oh iya kemarin juga selama kontrok ke dokter suami izin datang telat terus ke kantor karena harus nemenin ke dokter dulu, Alhamdulillah bosnya mengerti. Pagi-pagi dokternya menelpon suami untuk sedekah pagi ini kasih makan orang miskin katanya (makasih ya dok udah ngingatin), Alhamdulillah kebetulan sudah titip sama mama di Pontianak untuk sedekah pagi ini, mudah-mudahan berkah nih insem dilakukan hari Jum’at, Amiiiin.. Mama juga menyarankan untuk sedekah setiap hari Jum’at selama proses insem ini, dimulai dri Jum’at lalu. Oh iya pagi ini juga saya disuruh dimasukin obat Cygestnya lewat dubur, ternyata saya tanya adik saya yang dokter lewat dubur itu supaya lebih cepat meresapnya.

Sebelum Jum’atan kita udah tiba di RS Brawijaya, daftar ulang dan disuruh deposit 5 juta. Suami sholat Jum’at dan jam 1 akan diambil spermanya. DIkasih ruangan khusus gitu dan setelah itu kita putuskan masih ada beberapa jam untuk cari makan di luar RS (, yang nantinya sebelum jam 4 sudah harus di RS kembali. Setelah kembali ke RS, sholat ashar dulu, jam 4 teng pun masuk ke kamar tindakan, suami boleh masuk, kalau kemarin insem pertama suami tidak boleh masuk. Sekitar 20 menitanlah prosesnya dan itu sakiiiiiit bagian Rahim serasa dioobok-obok gimana gtu, sakit mulas, dan saya cukup tegang disitu, beberapa kali disuruh rileks pantat saya oleh susternya dan terus sambil berdoa, yang saya bisa, berzikir. Setelah selesai disuruh baring dengan posisi tempat tidur bagian bawah ditinggin selama sejaman. Selanjutnya hanya diresepin cygest 200 mg sehari langsung 2 atau cygest 400 mg sehari sekali kali ini di vagina kayak yang pertama waktu H6. Dua minggu dari proses insem ini yaitu tgl 22 Jan yang berate H26 saya disuruh tes beta hcg untuk tahu saya hamil atau tidak.

Sebelum insem saya sudah mengontak seluruh keluarga besar saya dan suami untuk mendoakan prosem insem kedua kami, sampai saya telp nenek saya juga untuk minta ngajiin, hehe..Mudah-mudahan insem ke dua ini diberikan hasil yang terbaik bagi saya dan suami.

Pulang dari RS langsung ke rumah makan dan langsung istirahat, dan langsung pindah ke kamar bawah (kamar mama) karena kamar kami di lantai dua dan selama 2 minggu saya harus bedrest (ini yang nyuruh suami dan mama kalau kata dokter sih 3 hari juga udah cukup), jalan hanya untuk ke wc dan sholat. Bismillah my two-week-wait dimulai.

Untuk total biaya yang sudah dikeluarkan adalah sekitar 18,5 juta biaya yang cukup wow dibanding insem pertama saya yang cuman sekitar 7-8jutaan, tapi memnag mahal di obat-obatan, untuk RS Brawijaya sendiri tarifnya lebih mahal sekitar 20-25% dari RSCM Kencana tempat insem pertama.

To be continued.. (oh iya yang mau rincinan biaya insem saya kali ini bisa saya kirimkan lewat email kalau mau).

Hello my new life… :)

Huaaaa… how are you my blog??? Looks so worn-out and old-fashion (baju kali!),.. I am really sorry for the last time being I had no time to see u… so busy, so lazy and so no have time,hehe.. but starting from today (incidentally it’s Hari Blogger Nasional) I promise to push my self to see and write you oftenly..:)

Well, ok I start with my new status now… a newby housewfe!! yes, no job, child and house (not yet, hopely soon) only taking care of my husband… yeay, never thought and dreaming it before that I’ll be an housewife…

First time, I proudly present my new lovely-cool-dashing hubbie..Ahmad Aswarji Djaali

My lovely Hubbie...

I used to call him aa’, because we meet in Bandung.. :p He is 19 months older than me and we had been 5 years relationship ending with married (happy ending ceritanya). Now, he works in the largest bank in Indonesia and he also my friend’s brother, hahaha…

My friend become my sister in law...

Our love story was also up and down just like sinetron, hahaha… or may be dorama…hihi.. we definitely different, he likes sport but me not, I like eating but he not, I like travelling but he not, he like to think logically but me not( I think most of the man do this)… but Mario Teguh said that “a couple is not different but their must be the same, they have the same purpose, desirability, hobbies, so don’t say that you and your couple were diferent..”. But one think that I love he most is he can make me laugh!! First order criteria of me being my couple 🙂

Before...


After...

Our wedding was held on July 10th 2011 in Pontianak and the wedding ceremony on July 23th in Jakarta (I’ll tell you later about my wedding ceremony). I am living in my parent-in-law’s house located in Bampu Apus district. We live near my brother-sister in law which have had their children so my daily work is taking care of their children. Time for me to practice my self become a mother :). Now I am enjoying my new life.. and hope we’ll have our baby and house soon…

My New Family

Oh ya… my other new status… Master graduated 🙂

Hey Kids..Smile for me!

I just want to share my new hobby that is taking kids picture!! I don’t know why just to see their smiling or their expression make me feel living in the piece world.. Their smiling really giving me a humble and spirit message! I took it in many places and many different time.. I mean randomly.. just if I want to shoot I shot them! These are some expression of the kids!

Hai ganteng...

ganteng's sister

plok..plok..plok..

Hei you!

Hmmmm....

Cetta -Arji's niece

wuihhhhhh

Nazwa-my cute cousin

Gama - Arji's nephew

Nurul-Nazwa -- My lovely cousin

Love you kids..:*

Setahun yang lalu…

setahun yang lalu…

hari ini tepat setahun
tidak terasa..
seperti baru bulan lalu melihat ayahku mengantarku
ke Jogja mencari untuk liburan dan melihat universitas di sana

kemudian baru seminggu yang lalu
dy mengunjungiku di bandung
dan menginap di kamar kosanku

tetapi
setahun yang lalu..

masih ingat makanan kesukaannya
kue lupis, nasi kebuli dan durian..
masih hapal suaranya..
ketika dy menjadi imam atau saat mengaji..
masih ingat pula cara dia menjewerku..

oy, aku udah jadi dosen nih..
sesuai keinginannya..
udah lanjut kuliah S2 juga..
dan udah pake jilbab..

hanya do’a yang bisa aku kirimkan
hanya do’a yang bisa aku panjatkan
mudah2an Dia mendengarnya..
tidak mungkin Dia tidak mendengar
klo begitu mudah2an Dia mengabulkannya
Amin..ya Allah…

semoga aku bisa menjadi anak yang shaleh..
semoga dy tersenyum di sana..(“,)
walaupun aku belum bisa memberikan “jubah kehormatan” untukmu disana..

~yang mencintaimu~

*oy, maaf pa sepatu yang papa belikan
hilang ketinggalan waktu di dufan..:(

Hari Itu

Setiap pulang ke rumah..

Aku takut menghadapi kenyataan itu..

Akhirnya..

Ya ,, hari itu tiba.. 11 Maret 2009

Hari yang paling aku takuti..

Setelah sekian lama berjuang..

Setelah segala daya, usaha, dan doa yang dia dan kami lakukan

Setelah segala seyuman terus kami tebarkan untuk memberi semangat

Setelah segala harapan terus kami impikan

Hari itu dia menyerah..

Menyerah karena tubuhnya tak kuat lagi..

Menyerah dan menerima keputusan-Nya

Menyerah untuk tersenyum kembali pada yang memiliki tubuhnya

Menyerah dan akan menunggu kami..

Semoga dia tersenyum di alam sana

Semoga aku dan keluargaku diberi kekuatan oleh-Nya

Semoga semuanya menjadi lebih baik untuk keluargaku

Semoga kami semua ikhlas dengan keputusan-Nya

Hanya doa yang bisa aku dan keluarga panjatkan

Hanya kenangan yang bisa aku ingat

Hanya semangatnya yang memberi kami kekuatan

papa

Ir. Nuh Hudawi

Lahir: Lamongan, 21 September 1957

Wafat: Pontianak, 11 Maret 2009

Selamat jalan pa.. Maafin Vidya ya belum sempat berbakti pada papa..

Insya Allah Vidya akan jadi anak yang sholeh untuk papa..

AMIN..

Review book : Ayahku, Harimauku

Sebuah buku berjudul Ayahku, Harimauku cukup menarik tanganku untuk membuka dan melihat lebih dalam isi buku tersebut. Pertama aku melihat buku ini di rumah Arji (cowokku) dan ternyata milik salah satu kakak perempuannya (K’Eni). Langsung aja aku baca sekilas buku itu dan langsung berniat untuk meminjamnya (sebenarnya ada dua buku yang aku pinjam, tapi yang satu lagi aku blom selesai membacanya jadi blom bisa ditulis reviewnya, hehe..).

Sebuah buku karangan Dra.V.Dwiyani beisi kumpulan cerita keluarga yang ditulis oleh anak dalam mendeskripsikan keluarganya. Jadi mengungkapkan bagaimana kesan seorang anak terhadap ayah, ibu serta keluarganya serta bagaimana ia diperlakukan dan disayangi.

ayahku-harimauku1

Mungkin buku ini dikhususkan untuk para orang tua sehingga bisa mengerti perasaan sang anak selama ini, sehingga bisa merubah cara mendidiknya. Banyak sekali judul-judul cerita yang cukup aneh misalnya Gunung Berapi dan Angin (apakah ayah bagai Gunung Berapi dan ibu bagi Angin??), Binatang Liar yang Terbuang (cerita anak yang terbuag atau apa ni??), serta Berantemlah Terus Ular-ularku (siapa di sini yang dianggap bagai ular-ular??) dan masih banyak lagi. Judul-judul tersebut cukup membuat aku penasaran.

Akan aku ambil salah satu cerita dari buku tersebut yaitu Monyetpun…Berisi tentang depresi seorang anak yang memiliki ayah yang kikir dan ibu yang cuek. Sebut saja Hari (bukan nama sebenarnya) seorang siswa SMU yang cukup berada, ayahnya adalah seorang kontraktor dan ibunya adalah seorang pegawai negeri sipil yang tinggal di luar kota, jadi hanya berkunjung seminggu sekali untuk pulang ke rumah. Sebagai seorang anak dari keluarga yang cukup mampu seharusnya Hari bisa tidak merasa kekurangan. Tetapi keadaan malah sebaliknya, ia berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor butut peninggalan ayahnya dulu waktu masih muda yang sudah sering sekali mogok sehingga dia sering terlambat sampai sekolah.

Hari sudah sering meminta kepada ayahnya untuk mengganti motornya dengan motor yang baru atau diberi mobil (karena ayahnya memiliki 4 mobil yang tidak boleh disentuh sedikitpun) atau diberi ongkos lebih untuk menggunakan angkot. Tetapi ayahnya tidak pernah mau memberi uang jajan lebih untuk naik angkot (karena butuh 4 kali naik angkot untuk pulang pergi sekolah) ataupun mengganti motor bututnya itu. Ayahnya beralasan bahwa tidak akan menambah uang jajan (kalau ingin naik angkot) atau menyuruh selalu merawat motor bututnya itu agar tidak mogok lagi. Oh ya, Hari in memiliki 2 orang kakak perempuan yang sedang kuliah dan kerja sambilan. Kedua kakaknya Dea dan Sarah (bukan nama sebenarnya) juga sudah tidak diberi uang lagi semenjak mulai kuliah karena ayahnya selalu berprinsip “Di negeri barat sana, anak berumur 15 tahun sudah dapat hidup mandiri dan menghidupi dirinya sendiri”. Sedangkan ibunya tidak pernah memberikan uang kecuali diminta dan itupun sedikit sekali.

Suatu ketika Hari dipanggil oleh guru BP karena Hari sering terlambat tapi tetap saja orang tuanya cuek. Sampai akhirnya Hari tidak tahan lagi dia meminum sebuah botol berisi sebuah minuman yang diberikan oleh temannya yang mengatakan bahwa dengan minum itu Hari bisa berani bicara dan mengungkapkan isi hatinya kepada ayahnya. Dan sesaat setelah Hari meminum minuman (yang ternyata adalah alkohol) itu dia langsung bicara dan mengungkapkan segala unek-unek hatinya kepada ayah dan ibunya,ia marah-marah denagan segala tindakan ayah dan ibunya yang tidak pernah peduli dan memerhatikannya. Hanya satu balasan ayahnya yaitu menamparnya sambil berteriak “Tidak tau diri!”. Hari terjatuh dan kepalanga membentur guci heingga pecah dan dia tidak sadarkan diri.

Sampai di rumah sakit dokter mengatakan bahwa Hari mengalami penyakit fisik dan psikis sehingga disarankan untuk memanggil psikolog. Dan inilah percakapan yang terjadi di rumah sakit:

Ayah: “Uang lagi, uang lagi, jadi kita harus keluarkan uang lagi untuk anak brengsek ini?”
Kak Dea :”Tapi itu kan untuk kebaikan Hari juga, kasihan kan dia Pi”
Kak Sarah : “Kalau Papi keberatan, biar nanti kita patungan, Papi, Mami, aku, dan Dea juga, bagaimana?”
Hari : “Gini aja Kak, masukkan aku ke rumah sakit jiwa, minta surat keterangan tidak mampu dari aparat desa biar gratis. Biarkan aku di sana dan nggak usah dibawa pulang!”
Kak Sarah: “Kamu istirahat dulu Har, jangan pikirkan yang berat-berat, kami saying kok sama kamu. Kalau nanti Papi dan Mami nggak mau keluarkan uang biar tabunganku saja yang dipakai buat nyembuhin kamu.”
Kak Dea : “Iya, nanti aku juga Bantu koq!”
Hari : “Sudahlah kak, kalian juga butuh uang untu khidup kakak berdua, nggak usah pikirkan aku. Aku pasti sembuh sendiri kok!”

Begitulah yang terjadi di rumah sakit, Hari hanya bisa menahan tangisannya dan mengatakan “Monyetpun, yang terkenal sebagai binatang rakus dan pelit, tetap mau berbagi untuk anak-anaknya.”

Aku sendiri sebagai seorang anak (yang juga kelak akan menjadi orang tua) sangat bersyukur dapat hidup di tengah-tengah keluarga yang harmonis dan sangat menyayangiku. Satu pelajaran yang aku bisa petik dari cerita Monyetpun.. adalah untuk selalu menjaga komunikasi dengan keluarga sehingga semua anggota keluarga bisa mengerti sifat masing-masing dan mengerti apa yang masing-masing inginkan. Sebagai orang tua juga jangan menutup diri dari segala pendapat anak dan jangan samakan kehidupan sewaktu dulu dengan kehidupan jaman sekarang walaupun sebenarnya maksud orang tua adalah untuk mendidik anaknya.

Thanks to K’Eni yang udah meminjamkan buku ini. Lain kali aku pinjam lagi yah buku-bukunya. Hehe..

Selamat Ulang Tahun Mom..

Minggu lalu tepatnya tanggal 3 Juni gw sengaja beli kartu perdana bwt nelp Nyokap yang hari itu berulang tahun ke 48 (soalnya gw dan keluarga gw umumnya beda operator) biasalah biar nelpnya murah dan lama. Parahnya gw baru ingat siang2 pas sekitar jam 11 gara2 ada yang nanyain sekarang tanggal berapa dan gw lihat jam tangan gw dan it was June 3th, oh my God My Mom’s bday, langsung deh gw sms adik gw nanyain dy udah ngucapin ato blom…Ternyata dy juga baru mo nelp nyokap pas jam makan siang nti. Gak lama ada sms datang dari tante gw ngingetin hari ultah nyokap, dan dy bilang sengaja dateng pagi2 ke rumah gw nganterin bakso kesukaan nyokap gw… dan rencananya mereka mau merayakan ultah nyokap gw dengan makan malam di restoran.

Sedangkan gw???

Duh, anak macam apa gw ini gak ingat ultah nyokap gw.. gw lupa nyetel alarm di hp gw!tapi akhirnya gw berecana untuk nelp nyokap malem aja waktu makan malem kan pas tuh jadi semua keluarga gw juga lagi pada ngumpul. Jam 7 lewat gw telp nyokap dan langsung di angkat.. langsung aja gw ucapin ultah, nanya kabar dan sebagainya… ternyata makan malem di restorannya diundur 1 hari karena nungguin sepu2 gw mo dateng besok biar tambah rame katanya.

Sampailah pada pertanyaan “Gimana TA?udah sampe mana?”…Ces… hati gw ngerasa bersalah banget karena hampir sebulan gw melupakan yang namanya TA di otak gw, bener2 lagi gak mood banget …

Gw jawab “masih dalam proses ma..Doain aja ya ma biar cepet beres!AMIN…”

“Iya..mama dan papa selalu doain biar cepet selesai biar cepet pulang ya..Mama sama papa kesepian di sini”

Duh hati anak mana yang gak terenyuh mendengarnya…gw menahan air mata gw,. Dan padahal kemaren (sabtu 31 Mei- senin 1 Juni) gw pergi naik gunung yang jelas2 dilarang banget oleh nyokap gw! Masalah alasan mengapa gw dilarang naik gunung, sama kayak ibu2 yang lainnya yang khwatir dengan anak gadisnya naik gunung. Gw merasa bersalah banget karena pergi tanpa izin. Gw gak kebayang klo nyokap gw tau tentang itu, . sebesar apa marahnya dy ke gw.

Ditambah lagi tahun lalu gw ngirimin kado ultah buat nyokap gw dan kemaren gw gak ngasi apa2, harusnya walaupun gw gak ngasi kado paling gak gw ngasi kabar gembira ke nyokap misal, “Ma, TA ku udah selesai tinggal daftar sidang aja doain lancar semua…” Subhanallah… Pasti itu akan mejadi kado terindah buat nyokap gw.. Dan gw akan memberikan kado terburuk klo gw bilang kemaren gw pergi naik gunung! Walaupun gw bersyukur gw dan temen2 nyampe dengan selamat tapi tetep aja…gimana gitu (lo tau kan gimana rasanya pergi tanpa ijin dari nyokap, pasti deg-degan takut terjadi apa2 ).

Kegiatan yang berbau-bau pecinta alam itu memang dari dulu (jaman SMA) nyokap gw gak setuju gw ikutan, tapi karena gw suka banget gw tetep minta ijin untuk ikutan, dan setelah bujuk rayuan gw keluarkan dapetlah ijin tersebut. Tapi dengan satu syarat, saat kuliah gak boleh ikutan lagi! Nah, itu makanya gw rada2 takut berangkat naik gunung kemaren, tapidimulai dengan Bismillah… di akhiri Alhamdulillah gw dan temen2 berhasil dalam perjalanan tersebut.

Maafin Vidya ya ma… bukannya Vidya gak nurut lagi sama mama, tapi Vidya janji akan selalu jaga diri baik-baik…

Selamat Ulang tahun ma…

My Mom

Semoga Allah selalu melimpahkan nikmat kesehatan dan tetap menjadi ibunda tersayang dan terbaik untuk keluargamu..

Anak-anakmu dari jauh akan selalu mendoakanmu dan menuggu jawaban atas doa-doamu…

AMIN…

Luv u… (Vidya & Aulia)