Hari Itu

Setiap pulang ke rumah..

Aku takut menghadapi kenyataan itu..

Akhirnya..

Ya ,, hari itu tiba.. 11 Maret 2009

Hari yang paling aku takuti..

Setelah sekian lama berjuang..

Setelah segala daya, usaha, dan doa yang dia dan kami lakukan

Setelah segala seyuman terus kami tebarkan untuk memberi semangat

Setelah segala harapan terus kami impikan

Hari itu dia menyerah..

Menyerah karena tubuhnya tak kuat lagi..

Menyerah dan menerima keputusan-Nya

Menyerah untuk tersenyum kembali pada yang memiliki tubuhnya

Menyerah dan akan menunggu kami..

Semoga dia tersenyum di alam sana

Semoga aku dan keluargaku diberi kekuatan oleh-Nya

Semoga semuanya menjadi lebih baik untuk keluargaku

Semoga kami semua ikhlas dengan keputusan-Nya

Hanya doa yang bisa aku dan keluarga panjatkan

Hanya kenangan yang bisa aku ingat

Hanya semangatnya yang memberi kami kekuatan

papa

Ir. Nuh Hudawi

Lahir: Lamongan, 21 September 1957

Wafat: Pontianak, 11 Maret 2009

Selamat jalan pa.. Maafin Vidya ya belum sempat berbakti pada papa..

Insya Allah Vidya akan jadi anak yang sholeh untuk papa..

AMIN..

6 thoughts on “Hari Itu

  1. arji says:

    a yakin disana papa semakin sering tersenyum kalo liat kamu tegar dan bisa berhasil de…apalagi sampe sukses dan menjadi kebanggaan papa&mama…jadi contoh yang baik buat kaka ade…amin..
    amin…

  2. tata says:

    hopefully we can do the best thing to Him and make Him Proud of us …
    so he can smiLe to us from heaven ….
    and he know that we are is his little children who’s growing oLd . and can make him pRoud over there …
    ayo sist semangatin mama biar bisa ngeLiat ke depan tanpa harus bersedih Lagi …

  3. nonadita says:

    Hai Vidya,
    Kehilangan orang yang dikasih bukan berarti kita berhenti berbakti kepadanya. Be a better person dan terus berdo’a untuknya. Papamu pasti bangga punya anak sehebat kamu ^^

  4. nou says:

    i just known it..my condolence for u…
    yes,,u should keep writing,,n update ur blog
    anyway…visit my blog oke. : nukymurasaki.blogspot.com
    hehe,,eventhought the content of mine is not important enought..
    keep in touch ,yah .. ^^

  5. vian prasetya says:

    tegar ya ibu ku!?!?!
    saya juga mengalami hal tersebut jadi tiada guna untuk melakukan tangis tapi doa yang selalu menyertai orang tua kita!?!?
    semoga di alam sana akan diterima oleh ALLAH SWT Maha Pengampun dan Maha Penyayang,,,
    aammiieennnn……🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s