Ikhtiar yang ke dua – Part 2 (H6-H11)

Silahkan baca ini dulu

H6 – Sabtu, 2 Januari 2016

Dokternya memberikan dua pilihan tempat untuk bertemu pagi di RSUK Kembangan atau di RS Brawijaya, saya dan suami memilih waktu pagi karena lebih cepat lebih baik. Akihrnya kita janjian jam 10 di RSUK Kembangan. Setelah daftar dengan membayar 30ribu dan antri beberapa orang akhirnya saatnya cek folikel. Dan ternyata untuk H6, ukuran folikel saya masih kurang dan hanya ada 2 yang berkembang lumayan, jadi diputuskan untuk menaikkan dosis suntikan menjadi 150 iu. Selain itu saya juga diresepkan untuk sildenafil 25mg 4xsehari/ 50 mg 2xsehari untuk diminum mulai H8. Dan disuruh kembali datang lagi dua hari kemudian, jadi memang perkembangan folikel/sel telur saya dicek setiap 2 hari sekali, dan kembali untuk hari Senin (H8) janjian dengan dokter di RS Brawijaya karena untuk hari Senin praktek paginya di situ. Untuk di RSUK Kembangan, lumayan hemat sekali datang ke sana hanya 100rbu untuk USG Transvaginal saja, karena memang obat-obatan saya beli di luar RS.

Pulang dari dokter kita langsung berburu kembali suntikan Gonal F dan obat yang diresepkan. Sildenafil langsung dapat di Apotik Rini, habis itu kita isi perut dulu sambil merencanakan cari di mana si Gonal-F ini. Saat ini persediaan kami hanya satu ampul untuk hari ini, padahal kan hari ini harus suntik 2 ampul yg 75 iu, kelabakan lah kami, karena obat ini harus pesan sehari sebelumnya kalau di Apotik Rini ataupun di Apotik Pusphita (Apotiknya Mba Rina kakaknya teman saya). Karena hari ini adalah hari Sabtu maka kalaupun pesan obat itu baru bisa datang hari Senin, akhirnya saya memutar otak di mana harus cari Gonal-F, yang pasti di rumah sakit yang menyelenggarakan promil/insem/bayi tabung, dan yang terdekat dipikiran saya adalah Pasar Pramuka (tapi ini gak recommended sih ini) atau RSCM Kencana, tapi seingat saya tidak menerima resep dari luar tapi di coba dulu. Saya membutuhkan 3 ampul Gonal-F untuk hari Sabtu dan Minggu saja sebenarnya, coba ke RSCM Kencana, dan memang benar langsung ditolak karena tidak menerima resep dari luar, selanjutnya saya ingat RS Bunda di Menteng, sampai disana apotiknya bisa bantu dan disuruh ke Klinik IVF Morula yang tidak jauh dari RS Bunda untuk berbicara langsung dengan orang apotik di sana, akhirnya saya jelaskan bahwa saya butuh 3 ampul Gonal-F, karena di RS kami lagi kehabisan stok dan obat ini tidak dijual disembarang apotik hanya RS tertentu saja, dan Alhamdulillah petugas apotiknya memberikan dan saya cek harganya juga masih 600an.

Karena saya tiap sore harus suntik, maka selama itu saya tinggal di rumah mertua karena adik ipar saya tinggal bareng ibunya ataupun teman saya yang bidan rumahnya dekat dengan rumah mertua jadi tinggal pilih mau suntik dengan siapa. Selama itu saya insiatif makan putih telur ayam 6 buah setiap hari karena baca-baca di blog orang untuk menghindari OHSS (Ovarian Hyperstimulation Syndrome) karena suntikan2 obat Gonal-F itu, gak  selalu 6 sih, kadang 4, kadang 6, suka lupa-lupa ingat, hehe..

H8- Senin, 4 Januari 2016

Kembali ke RS Brawijaya untuk cek folikel lagi, cukup bagus ukurannya dan memang hanya berkembang 2 folikel (telur) yang sesuai dan dua-duanya di sebelah kiri, di sebalah kanan saya tidak ada yang berkembang dengan baik folikelnya L. Dan ternyata ketebalan dinding Rahim saya menipis, akihrnya diresepkan Progynova 10 buah untuk diminum selama 5 hari. Selain itu saya diresepkan untuk cari Pregnyl 1500iu untuk pertemuan selanjutnya kalau memang cukup ukurannya akan dilakukan suntik pemecah telur ini. Dan untuk Gonal-F tetap diteruskan 2 ampul setiap hari.

H10-Rabu, 6 Januari 2016

Kembali ke RSUK Kembangan lagi untuk cek cek terus, Alhamdulillah dua telur yang kemarin sudah berkembang dengan baik, duanya sudah berukuran 1.86 dan 1.89 cm, ketebalan dinding rahim saya juga sudah bagus, disarankan untuk sekali lagi suntik Gonal-F untuk hari ini, dan cek lagi besok suapya agak lebih besar lagi telurnya. Sebenarnya ukuran folikel di atas 1.8 cm sudah cukup untuk dipecahkan kalau menurut teori, dan dokternya untuk besok dibawa suntikan Pregnylnya (Alhamdulillah ini sudah dapat di Apotik Rini). Diresepin cygest juga 200mg 2 x sehari (pagi dan malam), disuruh beli 10 dulu nantinya setelah insem harus dipake setiap hari sampai waktu 2 minggu menunggu hasil.

H11- Kamis, 7 Januari 2016

Kembali ke RSUK Kembangan lagi, dua telurku sudah siap untuk dipecahkan ukurannya 2.01cm dan 1.94cm, disuntikkan Pregnyl maka dalam 36 jam ke depan telur-telur tadi bisa pecah dan berarti insem dapat dilakukan besok harinya, akhirnya dokternya bikin janji di RS Brawijaya untuk tindakan insem besok sore jam 4. Malamnya saya pastikan lagi telp ke RS Brawijaya bahwa saya sudah terdaftar, dan sekalian tanya biayanya katanya sekitar 7-8 jutaan. Untuk Progynova di stop untuk hari ini.

7 Jan - 2 sel telur

2 folikel ku

H12- Jum’at, 8 Januari 2016

Hari ini suamiku cuti, untuk mempersiapkan proses insem ini, oh iya kemarin juga selama kontrok ke dokter suami izin datang telat terus ke kantor karena harus nemenin ke dokter dulu, Alhamdulillah bosnya mengerti. Pagi-pagi dokternya menelpon suami untuk sedekah pagi ini kasih makan orang miskin katanya (makasih ya dok udah ngingatin), Alhamdulillah kebetulan sudah titip sama mama di Pontianak untuk sedekah pagi ini, mudah-mudahan berkah nih insem dilakukan hari Jum’at, Amiiiin.. Mama juga menyarankan untuk sedekah setiap hari Jum’at selama proses insem ini, dimulai dri Jum’at lalu. Oh iya pagi ini juga saya disuruh dimasukin obat Cygestnya lewat dubur, ternyata saya tanya adik saya yang dokter lewat dubur itu supaya lebih cepat meresapnya.

Sebelum Jum’atan kita udah tiba di RS Brawijaya, daftar ulang dan disuruh deposit 5 juta. Suami sholat Jum’at dan jam 1 akan diambil spermanya. DIkasih ruangan khusus gitu dan setelah itu kita putuskan masih ada beberapa jam untuk cari makan di luar RS (, yang nantinya sebelum jam 4 sudah harus di RS kembali. Setelah kembali ke RS, sholat ashar dulu, jam 4 teng pun masuk ke kamar tindakan, suami boleh masuk, kalau kemarin insem pertama suami tidak boleh masuk. Sekitar 20 menitanlah prosesnya dan itu sakiiiiiit bagian Rahim serasa dioobok-obok gimana gtu, sakit mulas, dan saya cukup tegang disitu, beberapa kali disuruh rileks pantat saya oleh susternya dan terus sambil berdoa, yang saya bisa, berzikir. Setelah selesai disuruh baring dengan posisi tempat tidur bagian bawah ditinggin selama sejaman. Selanjutnya hanya diresepin cygest 200 mg sehari langsung 2 atau cygest 400 mg sehari sekali kali ini di vagina kayak yang pertama waktu H6. Dua minggu dari proses insem ini yaitu tgl 22 Jan yang berate H26 saya disuruh tes beta hcg untuk tahu saya hamil atau tidak.

Sebelum insem saya sudah mengontak seluruh keluarga besar saya dan suami untuk mendoakan prosem insem kedua kami, sampai saya telp nenek saya juga untuk minta ngajiin, hehe..Mudah-mudahan insem ke dua ini diberikan hasil yang terbaik bagi saya dan suami.

Pulang dari RS langsung ke rumah makan dan langsung istirahat, dan langsung pindah ke kamar bawah (kamar mama) karena kamar kami di lantai dua dan selama 2 minggu saya harus bedrest (ini yang nyuruh suami dan mama kalau kata dokter sih 3 hari juga udah cukup), jalan hanya untuk ke wc dan sholat. Bismillah my two-week-wait dimulai.

Untuk total biaya yang sudah dikeluarkan adalah sekitar 18,5 juta biaya yang cukup wow dibanding insem pertama saya yang cuman sekitar 7-8jutaan, tapi memnag mahal di obat-obatan, untuk RS Brawijaya sendiri tarifnya lebih mahal sekitar 20-25% dari RSCM Kencana tempat insem pertama.

To be continued.. (oh iya yang mau rincinan biaya insem saya kali ini bisa saya kirimkan lewat email kalau mau).

Ikhtiar yang ke dua – Part 1 (H1-H5)

Halo blog udah lama banget gak update nih blog jadi malu.. Sebenarnya udah lama banget pengen bisa ngisi blog ini minimal sebulan sekali lah.. tpi apa daya itu semua hanya angan-angan karena tidak didukung dengan niat yang kuat sih… ditambah lagi pengen ngisi blog ini dengan bahasa inggris sebagai latihan writing juga.. ah sudahlah terlalu banyak angan-angan saya ini..

Akhirnya ada waktu untuk ngisi blog lagi karena lagi masa dua minggu menunggu atau istilahnya two-week wait dari proses insem yang saya jalani bulan ini Januari 2016. Nanti saya akan posting tentang pengalaman Insem pertama saya di postingan berikutnya. Beberapa update juga telah saya tulis di halaman It’s Me and My Dreams.

Ok kayaknya saya akan cerita dalam bentuk flash back. Dimulai dengan pengalaman mendapatkan momongan yang sudah saya dan suami upayakan selama 4.5 tahun ini. Mudah-mudah yang baca ngerti dan bisa bermanfaat bagi semua mom-to-be di mana pun anda berada agar kita bisa saling belajar dan menguatkan. Untuk mempersingkat perjalanan mom-to-be saya berikut saya bikin dalam point mudah-mudahan nanti bisa saya ceritakan satu persatu dalam blog ini:

  • Juli 2011 –> Menikah
  • September 2012 –>Pertama kali ke dokter di RSPI, tes TORCH ada virus, HSG paten semua dan sperma suami sehat.
  • Oktober-Desember 2012 –> Penyembuhan virus dan mencoba hamil alami
  • Januari 2013 –> Virusnya kambuh
  • Februari 2013 –> Penyembuhan virus
  • Maret 2013 –> mulai program hamil kembali
  • April 2013 –> pakai suntik pemecah telur,
  • Mei 2013 –> ketahuan ada radang leher Rahim gara-gara virus yang kambuh
  • Juni 2013 –> Tindakan Papsmear untuk memperjelas adanya radang leher Rahim dan tindakan cryo untuk mengatasi radang leher Rahim
  • Agustus – Desember 2013 –> stop program karena bulan puasa dan persiapan suami berangkat Haji
  • Januari – Juli 2014 –> coba program hamil alami karena di kantor juga lagi sibuk banget, sempet pake habbatussaudah, madu kehamilan, jus 3 diva, serbuk kurma, jintan hitam, spirulina, gamat, apalagi ya??
  • Agustus 2014 –> mulai program ke dr lagi di RSPI, ada polip Rahim
  • Oktober 2014 – Desember 2014 –> berhenti program karena saya prajab CPNS selama dua bulan
  • Januari 2015 –> Umroh
  • Februari 2015 –> mulai program kembali tapi pindah ke Klinik Yasmin Kencana RSCM, ada polip disarankan untuk Histeroskopi
  • Maret 2105 –> Tindakan histeroskopi
  • April-Mei 2015 –> mulai program lagi tetapi ternyata dengan obat penyubur tetap tidak ada telur yang matang, sempet beberapa kali akupuntur juga
  • Juni 2015 –> ketahuan PCO karena resistensi insulin
  • Juli 2015 –> pakai suntik pemecah telur
  • Agustus 2015 –> inseminasi pertama
  • September-Desember 2015 –> stop ke dokter dan obat penyubur
  • Januari 2016 –> insem ke dua di RS. Brawijaya

Inseminasi kedua ini sudah direncanakan oleh kami setelah kegagalan inseminasi yang pertama (nanti akan saya tulis di blog juga) dan belajar dari inseminasi yang pertama (Insem pertama di Klinik Yasmin RSCM Kencana pada bulan Agustus 2015). Untuk insem ini selalu dilakukan saat libur semester supaya saya bisa fokus dan ada waktu istirahat di rumah (kebetulan pekerjaan saya adalah seorang dosen di salah satu PTN di Depok).

Untuk inseminasi kedua ini kami memutuskan untuk pindah dokter, karena ditawarin oleh seorang teman yang adalah seorang obsgyn namanya dr. Mohammad Haekal, SpOg (teman SMU suami) untuk insem dengan dia. Tadinya kami menelpon dia untuk meminta pendapat mengenai insem ke dua di tempat yang sama, akhirnya dy menawarkan untuk insem dengan dia, trus saya tanya di RS mana praktek dan ternyata adalah di RS Brawijaya atau kerennya Brawijaya Women & Children Hospital (BWCH). OMG RS tempat para artis itu pasti mahal nih saya pikir. Akhirnya dirembukkan dengan suami, suami ya setuju aja, suami hanya mengingatkan bahwa RS Brawijaya mahal loh, tetapi saya pikir palingan sama dengan rumah sakit swasta-swasta lainnya di Jakarta. Walaupun saya pikir beliau mungkin masih sedikit pengalaman dan melihat track recordnya adalah lulusan FK UNPAD dan UI, saya yakin bantuan seorang teman pasti sangat tulus dan siapa tau juga jalan kami untuk mendapatkan keturunan lewat tangan beliau, selain itu karena dengan seorang teman pastinya komunikasi kami bertiga sangat terbuka dan sangat fleksibel dan pastinya dia dapat mengerti maksud kami yaitu mendapatkan hasil maksimal dengan biya seminim mungkin hahaha..

Setelah insem pertama memang saya memutuskan untuk istirahat dari segala obat penyubur, karena memang obat penyubur hanya boleh diminum selama 6 bulan berturut-turut (untuk insem pertama bulan Agustus 2015 saya sudah mulai promil dari April 2015 jadi sudah sekitar 5 bulan nonstop minum obat penyubur) kata dr. Gita Pratama, SpOg, M.Rep.Sc atau yang biasa dipanggil dokter Tommy yang menangani promil saya. Sebagai persiapan mulai rajin olahraga teratur dan tetap berharap bisa hamil alami, jika memang belum dberikan rezeki maka libur semester berikutnya langsung mulai program inseminasi ke dua.

Perlu diingat semua promil dimulai pada H2 haid, jadi kapanpun saya hais saya datang besoknya langsung ke dokter. Haid saya diperkirakan akhir Desember, yang kebetulan bertepatan berakhirnya kegiatan belajar mengajar di kampus saya, sehingga saya tidak akan dipusingkan lagi dengan koreksian, nilai-nilai dan tetek bengek lainnya. Kalaupun ada undangan rapat saya izin langusung sedang fokus promil, Alhamdulillah semua teman-teman kantor dan pimpinan mendukung saya.

H2 jatuh pada tanggal 29 Desember (Selasa), malamnya pas dapat haid langsung bikin janji dengan dr. Haekal dan dijadwalkan Selasa Sore jam 16.30. Saya menceritakan dan menyerahkan semua riwayat promil saya yang terdahulu dan menyerahkan semua hasil pemeriksaan terdahulu  (oh iya saya belum menyebutkan permasalahan saya ada PCO karena resistensi insulin) atas saran beliau untuk memperbesar telur-telur saya dengan suntikan, tidak dengan obat viral lagi. Saya langsung teringat dengan cerita-cerita BT yang pernah saya baca yaitu suntik Gonal-F. Ternyata benar dan sore itu pun saya langsung disuntik dengan dosis 150 iu, dan diharuskan suntik sampai H6 yaitu hari Sabtu untuk mengecek perkembangan telur-telur saya. Dan untuk diketahui, Gonal-F ini tersedia dalam dosis 75 iu dan 300 iu, jadi untuk dosis 150 iu berarti saya harus disuntik sebanyak 2 ampul, harga untuk yang 75 iu di BWHC adalah sekital 800ribuan, artinya untuk sekali suntik saya menghabiskan sekitar 1.6 juta. Wow.. tadinya insem pertama hanya mengahbiskan sekitar 8 jutaan, setelah mendengar harga sekali suntik segitu suami dan temanya langsung berhitung cepat, mungkin akan habis 20jutaan (dua kali lipat dari yang pertama bho). Bismillahirrahmanirrahim… akhirnya disuntikkan lah 2 ampul Gonal-F di pantat saya, dan itu rasanya sakiiiiiiit sekali, saya sampe sekitar 5 menitan untuk tidak bangun setelah disuntik itu, sembari suami mengobrol panjang dengan temannya masalah proses insem ini nantinya. Untuk hasil lainnya sudah ok termasuk bakal folikel (calon telur) serta tebal dinding rahim saya.

Untuk persiapan suntik esok harinya (H3) maka saya juga harus membeli resep Gonal-F ini sebanyak 2 ampul (150 iu), kebetulan juga di BWCH stoknya hanya tinggal 4 ampul yang 75 iu. Untuk selanjutnya saya disuruh cari/beli di luar supaya dapat harga yang lebih murah, tidak ada resep lainnya selain saya tetap meneruskan obat Gluchopage untuk masalah resisten insulin saya eh tapi ditambah dosisnya menjadi 2x sehari, serta vitamin E Eturol dan vitamin Fetavita (ini sudah saya minum dari waktu promil dengan dr.Tommi). Rencananya untuk proses penyuntikan setiap hari saya dibantu teman saya seorang bidan ataupun adik ipar saya yang kebetulan seorang dokter jadi saya tidak perlu pergi ke rumah sakit setiap hari. Sepulang dari dokter kami langsung pulang ke rumah dan memulai hunting obat Gonal-F via handpohone, langsung saja kami menghubungi Apotik Rini langganan kami di Rawamangun untuk menanyakan obat tersebut, untung saja Apotik Rini sekarang bisa dihubungi via whatsapp, dan kami ingat salah satu kakak istri teman saya yang pernah BT, pasti pernah menggunakan obat tersebut. Dijalan pulang dokternya telp kalau mulai besok dosisnya diturunkan aja jadi 75 iu/suntik (1 ampul) kita liat dulu perkembangan sampai H6, kalau memang kurang dosisnya bisa ditambahkan. Alhamdulillah berarti sedikit mengurangi pengeluaran kami, dan kami hanya membutuhkan 2 ampul 75 iu saja untuk sampai hari Sabtu kontrol kembali. Apotik Rini pun confirm tidak ada Gonal-F tetapi bisa pesan dengan dengan harga sekitar 600an,  dan dari teman saya ternyata kakaknya dulu pakai Gonal-F dan beli langsung ke distributornya, ternyata kakaknya ini punya apotik jadi bisa pesan langsung obat apa saja. Akhirnya saya coba pesan2 ampul dengan kak Rina namanya dan bisa dapat harga jauh lebih murah dibanding Apotik Rini (masih sekitar 600ribuan juga).

Gonal F

Gonal-G 75 iu

to be continued…

Hello my new life… :)

Huaaaa… how are you my blog??? Looks so worn-out and old-fashion (baju kali!),.. I am really sorry for the last time being I had no time to see u… so busy, so lazy and so no have time,hehe.. but starting from today (incidentally it’s Hari Blogger Nasional) I promise to push my self to see and write you oftenly..:)

Well, ok I start with my new status now… a newby housewfe!! yes, no job, child and house (not yet, hopely soon) only taking care of my husband… yeay, never thought and dreaming it before that I’ll be an housewife…

First time, I proudly present my new lovely-cool-dashing hubbie..Ahmad Aswarji Djaali

My lovely Hubbie...

I used to call him aa’, because we meet in Bandung.. :p He is 19 months older than me and we had been 5 years relationship ending with married (happy ending ceritanya). Now, he works in the largest bank in Indonesia and he also my friend’s brother, hahaha…

My friend become my sister in law...

Our love story was also up and down just like sinetron, hahaha… or may be dorama…hihi.. we definitely different, he likes sport but me not, I like eating but he not, I like travelling but he not, he like to think logically but me not( I think most of the man do this)… but Mario Teguh said that “a couple is not different but their must be the same, they have the same purpose, desirability, hobbies, so don’t say that you and your couple were diferent..”. But one think that I love he most is he can make me laugh!! First order criteria of me being my couple :)

Before...


After...

Our wedding was held on July 10th 2011 in Pontianak and the wedding ceremony on July 23th in Jakarta (I’ll tell you later about my wedding ceremony). I am living in my parent-in-law’s house located in Bampu Apus district. We live near my brother-sister in law which have had their children so my daily work is taking care of their children. Time for me to practice my self become a mother :). Now I am enjoying my new life.. and hope we’ll have our baby and house soon…

My New Family

Oh ya… my other new status… Master graduated :)

Pentingnya “Bisa” Menulis

Hari ini adalah hari yang saya tunggu-tunggu, yaitu menghadari Seminar Menulis Jurnal yang di adakan kantor saya, secara ini gratis dan pembicaranya pun 2 dosen favorit saya. Sampai- sampai saya rela menunda rencana pulang kampung saya sehari setelah seminar ini.

Seminar pertama adalah tentang Menulis Karya Ilmiah by Pak Budi Raharjo (pentolan IT Indonesia) dilanjutkan tentang Menemukan Ide Untuk Bahan Tulisan Makalah by Prof. Andrian Bayu. Selama saya kuliah S1 dan S2 tidak pernah serajin ini mencatat dan mendengarkan dengan seksama penjelasan dari dosen, tapi hari saya ini saya benar-benar siap untuk mendengarkan presentasi seminar hari ini (ketahuan mahasiswa tukang ngayal, ngerumpi dan tidur di kelas, hehe). Topik ini memang sangat sesuai dengan kebutuhan saya saat ini yang sedang menulis thesis.. (yang harus saya selesaikan dalam 3 bulan!!AMIIIIN)

Catatan seminar pagi ini

*lupa motoin pembicaranya L

Untuk bahan seminar pertama dapat anda lihat dan download dari sumbernya langsung, dan ada satu kalimat luar biasa yang beliau katakan adalah “Kemampuan menulis bisa dilatih yaitu dengan berlatih menulis 3 jam/hari selama 10 tahun maka pasti akan menjadi penulis expert..Boleh menulis apa saja walaupun dari karya yang terjelek,.. ” Beliau juga menjelaskan tentang pentingnya sebuah tulisan. Kemampuan seseorang ternyata diukur dari tulisannya, sebagai contoh untuk lulus dalam bidang pendidikan harus menulis Tugas Akhir/tesis. Ya untuk mendapatkan gelar di bidang pendidikan, tidak perduli orang itu sehebat, dan sepintar apa, sekeren apapun program yang dibuatnya tidak akan bisa mendaftar sidang jika dia tidak menuliskannya ke dalam sebuah buku.

Kemudian untuk kenaikan pangkat serta membuat proposal penelitian/proyek/pendanaan juga dilihat dari keahlian menulis. Komunikasi antar unit engineering yaitu dengan membuat dokumentasi project (SRS, SKPL, technical document) juga dilakukan via tulisan. Pencatatan keuangan keluarga juga berguna sebagai bukti pengelolaan keuangan keluarga (karena masalah materi adalah masalah sensitif dalam kehidupan berkeluarga, katanya loh.. karena saya belum berkeluarga,hehe) . Selanjutnya pembicara kedua juga mengatakan bahwa beliau pernah berhasil menulis sekitar 20 an lebih makalah/jurnal dalam setahun, pada saat itu dia selalu membawa catatan kecil dalam sakunya, sehingga setiap menit beliau ada waktu luang, beliau selalu mencatat apa saja yang terlintas untuk penelitian, sehigga waktu pun menjadi efektif.

Wow.. begitu dahsyatnya pengaruh tulisan terhadap hidup kita, nah sayangnya orang Indonesia tidak memiliki budaya menulis, jarang untuk mencatat segala sesuatunya. Rapat apapun seharusnya tetap ada MoM (Minute of Meeting) sebagai catatan untuk rapat berikutnya, rapat apapun itu mau rapat RT, rapat OSO, rapat himpunan, rapat di kantor semua harus ada MoM. Kalau di luar negeri membuat MoM itu sudah biasa, saya juga ingat dulu waktu saya bekerja di kantor, saya yang bertugas sebagai pencatat MoM. Setiap selesai rapat saya selalu melaporkan MoM kepada seluruh peserta rapat untuk di review kembali, takut ada yang kurang atau lupa saya cantumkan dalam MoM. Dan memang Mom tersebut selalu dijadikan pedoman pada rapat selanjutnya.

Oh, ya satu lagi pesan dari seorang penulis dari Bandung, bahwa untuk mulai menulis kita harus rajin MEMBACA juga..^_^.

Oleh karena itu,mulai hari ini saya memasukkan kegiatan MENULIS dan MEMBACA ke dalam jadwal kegiatan saya sehari-hari, dan dimulai dengan hari ini yaitu meng-update tulisan di blog saya dan blogwalking aja deh..:)

Tidak
ada kata terlambat untuk mulai berlatih menulis, dimulai dengan menulis apa saja yang anda suka.

*sebenarnya masih banyak yang ingin saya tuliskan di sini, tapi saya besok mau pulang ke kampung halaman untuk beberapa hari, dan saya belum mengepak barang-barang saya untuk besok.. disambung ke tulisan selanjutnya ya..

Good Nite all..

Encouragement This Evening

I want to be honest to myself! I just start my coding today, and you know my target is May will my final day.. 4 months later!!! OMG.. What must I do?? Keep focus Vidya.. I know I can do it!!

When my start my coding, little bit confused where I must start my coding, because this is my first time using this tools. Ok, let’s just asked our Mbah Google.. I found some blogs and situs write about the tutorial.. But you know I found something usefull and interesting me..

This is what I need now:

Thank you for Mr.Sunu Wibirama for the tips and sharing with us, I just feel you have just recharge my spirit..

Cayoo Vidya ^_^

 

Last Day in This Semester

Sorry to post it latey guys..

To all my beloved students:

Ok, well because final exam is just starting this week, it’s mean that last week was my last day to teach.. This semester I was teaching PCE-10-01, PCE-10-07, PCE-10-04 and PIS-10-09. They were all good students..:) And I always happy to teach them..^_^

But, unfortunately, even I had planned it before, I did forgot to bring my camera on last day..:( So I could just asked them to have their picture with me.. And I just got 2 classes of mine.. yup, better than nothing..:) Still me the most beautifull, hahahaha…

PIS-10-09

PCE-10-04

Ohhh, they’re just made me so jeaolus!!!

I’d just miss my student time badly.. Well, just like you all did now.. being together, did the task lately, stayed up lately everyday even slept in campus..:( , had a wonderfull Saturday night with my boy, had a wonderfull New Year cellebration on the roof top of my boarding house with my bestfriends, slept over in the class, skipped the class because of the committe, sold martabak (not dounat!) ,chased lecturer signature, repeated the subject..many things..

Hey, I did the same thing like you, so I know how does being “Mahasiswa”… So do not cheated the lecturer!! Because we had passed it all and we all know how you do it!!

Hope next semester I can teach you again, …. and I am really sorry for all my mistakes..please do forgive me..

Happy final exam dear, do try your best..Never give up!!

Your parents are waiting for your coming,so let’s give them smiling and proud of you because your good mark!!

 
 

with love,

RHV